038574000_1770375722-IMG-20260206-WA0011.jpg

Purbaya Bakal Beri Bonus Besar Buat Pegawai Pajak, tapi Ada Syaratnya

Berikut 44 Pejabat Eselon II dan Setingkatnya yang dilantik Purbaya pada Selasa (10/3/2026):

A. Sekretariat Jenderal

1. Bambang Juli Istanto – Kepala Biro Sumber Daya Manusia

2. Emmanuel Agust Hartono – Kepala Biro Manajemen Barang Milik Negara dan Pengadaan

3. Ferry Ardiyanto – Kepala Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan

4. Deny Agung Pribadi – Tenaga Pengkaji Bidang Pengelolaan Kekayaan Negara

5. Arinto Setyo Mulyawan – Tenaga Pengkaji Bidang Perencanaan Strategik

 

B. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai

1. Djanurindro Wibowo – Direktur Keberatan dan Banding

2. Galih Elham Setiawan – Tenaga Pengkaji Bidang Pelayanan dan Penerimaan Kepabeanan dan Cukai

3. M. Rizki Baidillah – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Aceh

4. Bier Budy Kismulyanto – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sumatera Bagian Barat

 

C. Direktorat Jenderal Perbendaharaan

1. Adnan Wimbyarto – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Riau

2. Muhamad Mufti Arkan – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Bangka Belitung

3. Tjahjo Purnomo – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Timur

4. Supendi – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Bali

5. Hari Utomo – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Selatan

6. Syakran Rudy – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Barat

7. Arie Suwandani Wiwit Warastuti – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Gorontalo

8. Wahyu Prihantoro – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Utara

 

D. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara

1. Edih Mulyadi – Direktur Penilaian

2. Syukriah HG – Direktur Lelang

3. Rahayu Puspasari – Direktur Transformasi dan Sistem Informasi

4. R. Ay. Indriasari Sundoro – Tenaga Pengkaji Harmonisasi Kebijakan

5. Suroso – Tenaga Pengkaji Restrukturisasi, Privatisasi, dan Efektivitas Kekayaan Negara Dipisahkan

6. Rachmat Kurniawan – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Aceh

7. Jose Arif Lukito – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Riau, Sumatera Barat dan Kepulauan Riau

8. Windraty Ariane Siallagan – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Lampung dan Bengkulu

9. Kusuma Santi Wahyuningsih – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Banten

10. Dudung Rudi Hendratna – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Jawa Barat

11. Arik Hariyono – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Jawa Timur

12. Rofii Edy Purnomo – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kalimantan Timur dan Utara

13. Sumarsono – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Sulawesi Utara, Tengah, Gorontalo, dan Maluku Utara

14. Tunggul Yunianto – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Papua, Papua Barat, dan Maluku

 

E. Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko

1. Novi Puspita Wardani – Direktur Surat Utang Negara

 

F. Inspektorat Jenderal

1. Arief Ismail – Inspektur V

 

G. Badan Teknologi, Informasi, dan Intelijen Keuangan

1. Dicky Hadi Pratama – Kepala Pusat Arsitektur dan Tata Kelola Teknologi Informasi

 

H. Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan

1. Wahyu Kusuma Romadhoni – Sekretaris Badan

2. Ganti Lis Ariyadi – Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Publik

3. Heni Kartikawati – Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen

 

I. Jabatan Fungsional Ahli Utama (Biro Sumber Daya Manusia)

1. Ariefina Sri Indaryani – Asesor Sumber Daya Manusia Aparatur Ahli Utama

 

J. Sekretariat Jenderal (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan / LPDP)

1. Albertus Kurniadi Hendartono – Direktur Keuangan dan Umum

 

K. Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (Politeknik Keuangan Negara STAN)

1. Noor Syaifudin – Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan

 

L. Lembaga National Single Window (LNSW)

1. Purnomo – Direktur Efisiensi Proses Bisnis

 

M. Pengukuhan dalam Jabatan LNSW

1. Mira Puspita Dewi – Sekretaris

2. Wawan Ismawandi – Direktur Teknologi Informasi

3. Indra Adiwijaya – Direktur Pengelolaan Layanan, Data, dan Kemitraan


Source link

050353700_1648714874-20220331-Laporan-SPT-4.jpg

Pelaporan SPT Capai 7,2 Juta hingga 10 Maret 2026

Liputan6.com, Jakarta – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melaporkan perkembangan terbaru pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) untuk Tahun Pajak 2025. Hingga 10 Maret 2026 pukul 24.00 WIB, jumlah SPT Tahunan yang telah dilaporkan tercatat mencapai 7.205.109 SPT. 

“Progres Pelaporan SPT Tahunan PPh untuk periode s.d. 10 Maret 2026 (Tahun Pajak 2025), tercatat 7.205.109 SPT,” kata Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, Inge Diana Rismawanti dalam keterangannya, Rabu (11/3/2026).

Ia menyampaikan bahwa pelaporan tersebut didominasi oleh wajib pajak orang pribadi karyawan.

Berdasarkan data dari sistem Coretax DJP, rincian pelaporan SPT Tahunan berdasarkan jenis wajib pajak dan tahun buku Januari–Desember adalah sebagai berikut yakni Wajib Pajak Orang Pribadi (OP) Karyawan sebanyak 6.400.602 SPT.

Kemudian, Wajib Pajak OP Nonkaryawan 649.033 SPT, Wajib Pajak Badan (rupiah) 150.483 SPT, Wajib Pajak Badan (USD) sebanyak 119 SPT.

Sementara itu, untuk wajib pajak dengan beda tahun buku yang mulai dilaporkan sejak 1 Agustus 2025, tercatat Wajib Pajak Badan (rupiah) sebanyak 1.251 SPT dan Wajib Pajak Badan (USD) tercatat 21 SPT.

 


Source link

054820800_1527992767-samsat.jpg

Jadwal dan Lokasi Samsat Keliling di Jadetabek 11 Maret 2026

1. Kota Tangerang: Alun-alun Cibodas dan Parkiran Busway Foodmosphere, pukul 09.00–13.00 WIB.

2. Serpong: Halaman parkir Samsat Serpong pukul 08.00–14.00 WIB dan ITC BSD, pukul 15.30–17.30 WIB.

3. Ciledug: Pasar Modern Banjar Wijaya Cipondoh dan Metland Cyber Puri Cipondoh, pukul 09.00–14.00 WIB.

4. Ciputat: Halaman Parkir Samsat dan Kantor Kel. Pondok Betung, pukul 09.00–12.00 WIB.

5. Kelapa Dua: Halaman Gtown Square Gading Serpong, pukul 08.00–14.00 WIB.

6. Kota Bekasi: Danau Duta Harapan, pukul 09.00–12.00 WIB.

7. Kabupaten Bekasi: Ruko Robson Lippo Cikarang, 09.00–12.00 WIB dan Halaman Kantor Samsat 17.00-18.00

8. Depok: Halaman Parkir Samsat Depok pukul 08.00–14.00 WIB dan Kec. Tajur Halang, 09.00–12.00 WIB.

9. Cinere: Kantor Kelurahan Pondok Petir, 08.00–12.00 WIB.


Source link

087399800_1648714875-20220331-Laporan-SPT-5.jpg

Ini Sanksi Jika Tak Lapor SPT Tahunan Pajak, Mulai Denda hingga Pidana

Keterlambatan pelaporan SPT Tahunan akan langsung berakibat pada pengenaan denda tidak lapor SPT Tahunan pajak dengan besaran yang telah ditetapkan. Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi, denda keterlambatan pelaporan SPT Tahunan adalah sebesar Rp 100.000. Sedangkan untuk Wajib Pajak Badan, denda yang dikenakan jauh lebih besar, yakni sebesar Rp 1.000.000. Denda ini dihitung satu kali untuk setiap keterlambatan pelaporan.

Sebelum denda administratif dikenakan, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) umumnya akan mengirimkan Surat Teguran kepada wajib pajak yang belum melaporkan SPT setelah batas waktu berakhir.

Teguran ini dapat disampaikan melalui email pribadi atau alamat rumah wajib pajak. Jika teguran tidak diindahkan, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) dapat melakukan penelitian lebih lanjut dan menerbitkan Surat Tagihan Pajak (STP). STP ini akan merinci jumlah tagihan pajak, sanksi administrasi, serta denda yang harus dibayarkan, termasuk bunga yang mungkin timbul.

Sanksi tidak lapor SPT Tahunan pajak tidak hanya berhenti pada denda administratif. Merujuk Pasal 39 UU KUP, jika wajib pajak dengan sengaja tidak menyampaikan SPT atau menyampaikan SPT dan/atau keterangan yang isinya tidak benar atau tidak lengkap sehingga dapat menimbulkan kerugian pada pendapatan negara, maka dapat dikenakan sanksi pidana.

Sanksi pidana ini berupa denda paling sedikit 2 kali jumlah pajak terutang yang tidak/kurang dibayar, dan paling banyak 4 kali jumlah pajak terutang yang tidak/kurang dibayar, serta pidana penjara paling singkat 6 bulan dan paling lama 6 tahun.

Selain itu, apabila wajib pajak melaporkan SPT yang isinya tidak benar atau tidak lengkap sehingga menimbulkan kurang bayar, dapat dikenakan sanksi tambahan. Sanksi ini sebesar 20% dari pajak yang kurang dibayar, dihitung berdasarkan skema sanksi bunga administrasi pajak ditambah uplift factor, sesuai dengan ketentuan dalam UU HPP.


Source link

019102500_1676551305-20230216-Pembukaan-IIMS-2023-Iqbal-2.jpg

Bagaimana Tren Kendaraan Listrik Jika Insentif Pajak Disetop? Ini Gambarannya

Liputan6.com, Jakarta – Dalam beberapa tahun terakhir, kendaraan listrik memperoleh berbagai fasilitas fiskal, mulai dari pembebasan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP), hingga relaksasi bea masuk untuk skema completely built-up (CBU) dengan komitmen investasi.

Kebijakan tersebut mendorong masuknya berbagai merek global ke pasar domestik termasuk AION, BYD, VinFast, Citroen, XPENG, hingga Great Wall Motor.

Data penjualan industri otomotif juga memperlihatkan penetrasi kendaraan listrik mulai tumbuh lebih cepat. Menurut data yang dirilis PricewaterhouseCoopers Indonesia November 2025, pasar kendaraan listrik Indonesia tumbuh 49%. Hal ini menunjukkan bahwa pasar kendaraan listrik di Indonesia masih berada pada fase pertumbuhan awal dengan ruang ekspansi yang masih cukup besar.

Analis Republik Investor, Hendra Wardana menilai bahwa di tengah rasionalisasi insentif fiskal, daya saing harga kendaraan listrik di Indonesia sebenarnya masih relatif terjaga. Hal ini seiring dengan tren penyesuaian harga kendaraan listrik secara global yang dipengaruhi meningkatnya skala produksi serta efisiensi teknologi baterai.

“Produsen juga semakin agresif menghadirkan model dengan harga yang lebih terjangkau untuk menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar Hendra.

Menurutnya, jika dibandingkan dengan kendaraan konvensional, kepemilikan kendaraan listrik memiliki sejumlah keunggulan yang menjadi pertimbangan konsumen.

“Faktor seperti biaya energi lebih murah, pajak yang lebih rendah, perawatan lebih sederhana, serta potensi penghematan operasional menjadi faktor yang membuat kendaraan listrik tetap memiliki prospek pertumbuhan yang cukup kuat di pasar domestik,” ujarnya.

Dari sisi permintaan, sejumlah indikator juga menunjukkan tren yang masih positif. Penjualan kendaraan listrik di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir terus meningkat, didorong oleh semakin banyaknya pilihan model, pembangunan infrastruktur pengisian daya, serta meningkatnya minat masyarakat terhadap teknologi kendaraan yang lebih efisien.

 

 


Source link

044666900_1772434384-Reklame.jpg

Pemprov DKI Hadirkan E-Reklame, Layanan Pajak Reklame Lebih Cepat dan Transparan

 

Liputan6.com, Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghadirkan terobosan digital untuk menjawab kebutuhan masyarakat urban yang serba cepat. Di tengah mobilitas masyarakat yang tinggi, terutama pelaku usaha dan pekerja dengan jadwal padat, pemenuhan kewajiban administrasi seperti pajak daerah kerap menjadi tantangan tersendiri.

Melalui inovasi E-Reklame, Pemprov DKI memfasilitasi pengurusan Pajak Reklame secara online. Layanan ini memberikan kemudahan akses bagi Wajib Pajak untuk menunaikan kewajiban mereka secara efisien, kapan saja dan dari mana saja tanpa perlu datang ke kantor pelayanan.

 

Dengan sistem yang terintegrasi dan berbasis digital, E-Reklame menjadi solusi yang lebih fleksibel, efisien, dan transparan dalam pengelolaan Pajak Reklame.

Akses Mudah Melalui Pajak Online

Layanan E-Reklame dapat diakses melalui laman resmi www.pajakonline.jakarta.go.id. Wajib Pajak yang belum memiliki akun Pajak Online diimbau untuk melakukan pendaftaran terlebih dahulu agar dapat memanfaatkan seluruh fitur yang tersedia.

Melalui E-Reklame, Wajib Pajak dapat melakukan berbagai layanan secara daring, antara lain:

  • Pendaftaran reklame baru
  • Pembetulan reklame
  • Pembatalan reklame
  • Pengurangan reklame
  • Pembayaran secara angsuran
  • Pemindahbukuan reklame
  • Perpanjangan reklame
  • Pendaftaran biro reklame
  • Perpanjangan biro reklame
  • Penutupan reklame
  • Penetapan reklame otomatis
  • Simulasi perhitungan pajak reklame

Beragam fitur tersebut dirancang untuk memberikan kemudahan sekaligus kepastian proses administrasi perpajakan.

Praktis, Efisien, dan Transparan

Melalui E-Reklame, seluruh proses pengurusan dapat dilakukan secara digital. Dokumen pendukung cukup disiapkan dalam bentuk soft file dan diunggah sesuai ketentuan sistem, tanpa perlu mencetak atau menyerahkan berkas fisik. Layanan ini tidak hanya memangkas waktu dan antrean, tetapi juga membantu menghemat biaya serta tenaga.

Lebih dari sekadar kemudahan administratif, penggunaan E-Reklame juga menjadi bentuk partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung transformasi pelayanan publik yang modern dan transparan. Sistem yang terintegrasi memungkinkan proses yang lebih efektif serta selaras dengan kebutuhan masyarakat perkotaan yang dinamis.

Komitmen Transformasi Digital Berkelanjutan

Kehadiran E-Reklame merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menghadirkan inovasi digital di bidang perpajakan daerah. Langkah ini sejalan dengan upaya optimalisasi penerimaan Pajak Daerah guna mendukung pembangunan kota yang lebih baik, berkelanjutan, dan inklusif.

Dengan memanfaatkan E-Reklame, pengurusan Pajak Reklame kini menjadi lebih cepat, mudah, dan aman.

 

(*)


Source link

029861900_1758670607-WhatsApp_Image_2025-09-24_at_06.35.24_209b2d99.jpg

Jadwal dan Lokasi Samsat Keliling di Jadetabek 9 Maret 2026

1. Kota Tangerang: Alun-alun Cibodas dan Parkiran Busway Foodmosphere, pukul 08.00–14.00 WIB.

2. Serpong: Halaman parkir Samsat Serpong pukul 08.00–14.00 WIB dan ITC BSD, pukul 15.30–17.30 WIB.

3. Ciledug: Kantor Kec. Pinang Kota Tangerang & Ruko Green Village, pukul 09.00–14.00 WIB.

4. Ciputat: Halaman Parkir Samsat dan Kantor Kel. Pondok Betung, pukul 09.00–12.00 WIB.

5. Kelapa Dua: Halaman Gtown Square Gading Serpong, pukul 08.00–14.00 WIB.

6. Kota Bekasi: Mono Caffe Pekayon Jaya Bekasi Selatan, pukul 18.00–21.00 WIB.

7. Kabupaten Bekasi: Pasar Bersih Cikarang Jababeka, 09.00–12.00 WIB

8. Depok: Halaman Parkir Samsat Depok pukul 08.00–14.00 WIB dan Kantor Kec. Bojong Gede, 09.00–12.00 WIB.

9. Cinere: Kantor Kelurahan Pondok Petir, 08.00–12.00 WIB.


Source link

056151300_1743131890-3c991bb6-484d-4c07-b481-5276f4cd7edc.jpg

Pajak THR 2026, Berapa Potongannya, Cara Hitung, dan Strategi Mengelolanya dengan Bijak

Banyak pekerja merasa potongan pajak THR lebih besar dibanding bulan biasa. Hal ini disebabkan oleh:

  1. THR dibayarkan bersamaan dengan gaji.
  2. Total penghasilan dalam satu bulan meningkat.
  3. Sistem pajak menggunakan Tarif Efektif Rata-rata (TER).

Dengan sistem TER berdasarkan PP No. 58 Tahun 2023, perhitungan pajak menjadi lebih sederhana. Pajak dihitung dengan mengalikan tarif efektif sesuai kategori dengan total penghasilan bruto bulan tersebut.

Cara Menghitung Pajak THR 2026

Berikut contoh simulasi sederhana.

Data Pegawai:

  • Gaji bulanan: Rp5.000.000
  • THR: Rp5.000.000
  • Status: Menikah tanpa tanggungan (K/0)
  • Total penghasilan bulan tersebut: Rp10.000.000

Langkah 1: Tentukan Kategori TER

Status K/0 masuk Kategori A.

Langkah 2: Tentukan Tarif Efektif

Untuk penghasilan Rp9.650.001–Rp10.050.000, tarif efektif sebesar 2%.

Langkah 3: Hitung Pajak

2% × Rp10.000.000 = Rp200.000

Hasil:

  • PPh 21 dipotong: Rp200.000
  • Penghasilan bersih diterima: Rp9.800.000

Di akhir tahun, tetap dilakukan rekonsiliasi menggunakan tarif progresif Pasal 17 sesuai UU PPh (UU No. 7 Tahun 1983 jo. UU No. 7 Tahun 2021).

Apakah THR Perlu Dilaporkan dalam SPT?

Ya. Meskipun pajak sudah dipotong perusahaan, THR tetap wajib dilaporkan dalam SPT Tahunan.

Gunakan:

  • Bukti Potong 1721-A1 untuk pegawai swasta.
  • Bukti Potong 1721-A2 untuk ASN/TNI/Polri.

Semua penghasilan, termasuk THR dan bonus lainnya, harus digabungkan dalam pelaporan SPT Tahunan.


Source link

036899200_1768569077-Pemeriksaan-Perdana-Kasus-Suap-Pemeriksaan-Pajak-Di-KPP-Madya-Jakarta-Utara-120126-IES-3.jpg

Berkas Lengkap, 2 Tersangka Suap Pajak KPP Madya Jakut Segera Disidang

Liputan6.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan berkas perkara dua tersangka dalam kasus dugaan suap di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jakarta Utara telah lengkap atau P21. Kedua tersangka tersebut adalah ABD selaku konsultan pajak PT Wanatiara Persada (WP) dan EY yang merupakan staf PT Wanatiara Persada.

“Keduanya merupakan pihak pemberi dalam perkara ini dan berkas perkaranya telah dinyatakan lengkap atau P21,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada awak media di Jakarta, dikutip Sabtu (7/3/2026).

Selanjutnya, berkas perkara beserta para tersangka akan dilimpahkan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Pada tahap ini, JPU memiliki waktu 14 hari untuk menyusun surat dakwaan sebelum mendaftarkannya ke pengadilan guna dilanjutkan ke proses persidangan.

Duduk Perkara

Kasus ini bermula dari laporan kewajiban pajak bumi dan bangunan (PBB) periode pajak tahun 2023 yang disampaikan oleh PT WP selama September-Desember 2025. Berdasarkan laporan tersebut, KPP Madya Jakarta Utata menemukan potensi kekurangan bayar mencapai Rp 75 miliar. Mendapati hal itu, PT WP mengajukan sanggahan atas pemeriksaan tersebut.

Dalam prosesnya, diduga saudara AGS selaku Kepala Seksi Pengawas dan Konsultasi KPP Madya Jakarta Utara meminta agar PT WP melakukan pembayaran pajak ‘all in’ sebesar Rp23 miliar. All in yang dimaksud adalah Rp15 miliar untuk biaya kekurangan pajak dan sisany sebagai fee commitment untuk AGS, yang kemudian dibagikan ke pihak terkait di Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan.

Namun, PT WP merasa keberatan dan hanha mampu membayar fee sekitar Rp4 miliar.

Kemudian pada Desember 2025, tim pemeriksa menerbitkan Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan (SPHP) dengan nilai pembayaran pajak bagi PT WP senilai Rp15,7 miliar. Nilai tersebut turun hingga 80 persen dari nilai awal yang ditetapkan.

 


Source link