1793157723_000993500_1793003285-IMG-20261026-WA0019.jpg

Kasus Mekanik Ditagih Pajak McLaren, Lakukan Ini Saat Data Pribadi Anda Dicuri

Liputan6.com, Jakarta – Pakar keamanan siber Vaksincom, Alfons Tanujaya menduga, adanya kelemahan verifikasi dan pengawasan data diri pembelian mobil mewah di Indonesia.

Hal ini belajar dari kasus Yudariansyah, mekanik bengkel yang tiba-tiba namanya tercatut menunggak pajak mobil mewah McLaren hingga Rp 137 jutaan di Samsat Ciledug.

“Ini sih lebih ke verifikasi yang lemah, kita semua memang tahu data sudah bocor. Tapi kalau mendaftarkan mobil sekelas McLaren dan bisa diloloskan dgn KTP saja harusnya dipertanyakan sistem verifikasinya,” ungkap Alfons, Rabu (28/10/2026).

Dia pun menduga adanya kemungkinan data bocor dan tak dilakukan cek kembali di biro jasa penyedia layanan. Ditambah tidak adanya pengawasan dari sistem pendaftaran kendaraan.

Makanya, Alfons menyarankan agar pihak korban yang datanya disalahgunakan tersebut, untuk melaporkan ke pihak berwenang. Agar bisa ditindaklanjuti dan diselidiki kenapa penyalahgunaan data ini bisa terjadi.

“Buat laporan ke polisi atas penyalahgunaan, lalu gunakan PDP dan Samsat untuk mencabut pendaftaran tersebut,” katanya.

Lalu, dari sisi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil juga harus bisa meningkatkan kontrol dan bisa memberikan informasi kalau KTP kita sudah digunakan untuk keperluan apa saja.

Lalu, Identitas Kependudukan Digital (IKD) seharusnya juga bisa dilengkapi fitur yang bisa diakses masyarakat agar bisa mengecek langsung apakah data dirinya disalahgunakan atau tidak.

“Sehingga kalau ada penyalahgunaan bisa diidentifikasi dan dilaporkan. Di IKD harusnya fitur ini menjadi fitur utama yang diberikan ke masyarakat untuk melakukan kontrol penyalahgunaan data kependudukan,” tuturnya.


Source link

Tags: No tags

Comments are closed.