Liputan6.com, Jakarta – Jumlah jutawan di Inggris menyusut tahun lalu ke level terendah sejak 2008, yakni turun 7% ke 442.000 dibanding pada 2024. Kemerosotan ini diduga disebabkan oleh harga aset yang anjlok, individu dengan kekayaan bersih tinggi (High Net-World Individuals/HNWI) meninggalkan Inggris, dan tingkat tabungan rumah tangga yang dilaporkan rendah.
Melansir Independent, Sabtu (8/8/2026), angka ini diungkap oleh pelacak indeks yang dijalani oleh Adam Smith Institute (ASI).
Meskipun pelacak ASI didasarkan pada data dari Kantor Statistik Nasional, pelacak tersebut menggunakan apa yang disebutnya “harga konstan” untuk menyesuaikan dampak inflasi dan nilai tukar.
Seorang jutawan dalam harga konstan, untuk keperluan pelacak tersebut, mencakup aset dengan total melebihi 1 juta poundsterling di seluruh “kelas aset riil dan keuangan,” yaitu properti dan aset berwujud lainnya, saham atau investasi lain, serta dana pensiun dan tabungan, diukur dalam harga konstan 2025.
Institut riset dan pemikir yang condong kanan ini mengatakan Inggris harus jadi tempat yang lebih menarik bagi HNWI. Mereka juga mengusulkan pemerintah menghapus kebijakan pajak warisan, menghapuskan secara bertahap pajak atas keuntungan modal dan mereformasi sistem perpajakan bagi warga negara asing yang tidak berdomisili di Inggris
Jika diwujudkan, ini sangat menguntungkan keluarga kaya, dan akan muncul pertanyaan mengenai bagaimana pendapatan yang hilang tersebut akan diganti oleh Departemen Keuangan.
Pada periode 2023-2024, pemerintah Inggris mendapat 7,2 miliar poundsterling, atau Rp 172,9 triliun (asumsi kurs poundsterling terhadap rupiah di kisaran 24.017) dari pajak warisan (IHT), yakni kurang dari 1% dari keseluruhan pendapatan negara.
Angka ini naik ke 8,5 miliar pound sterling, atau Rp 203,88 triliun pada 2025-2026 dan diprediksi melampaui 14,5 miliar poundsterling, atau Rp 347,7 triliun pada 2030-2031. Ini karena ada kombinasi ambang batas yang dibekukan, hambatan fiskal, dan rencana untuk memasukkan dana pensiun ke dalam perhitungan pajak warisan (IHT).
Source link


