055004500_1748051152-Untitled.jpg

Jerman Luncurkan Paket Reformasi, Pangkas Pajak hingga Perketat Cuti Sakit

Liputan6.com, Jakarta – Kanselir Jerman Friedrich Merz dan mitra koalisi pemerintahannya pada Kamis, 2 Juli 2026 mempresentasikan paket reformasi menyeluruh. Hal ini bertujuan mengembalikan ekonomi Jerman yang lesu ke jalur benar. Salah satunya memangkas pajak.

Mengutip abcnews, Jumat (3/7/2026), 34 langkah itu mencakup pemotongan pajak penghasilan untuk keluarga berpenghasilan rendah, dan menengah. Selain itu, perombakan sistem pensiun yang sudah lama. Namun, aturan lebih ketat untuk cuti sakit karyawan, dan pengurangan birokrasi yang menghambat di Jerman.

“Reformasi ini semua memiliki satu tujuan. Kita melangkah ke masa depan. Kita memperkuat diri kita sendiri agar kita dapat hidup dengan baik pada masa-masa baru ini,” ujar Merz.

Koalisi Merz yang terdiri dari partai-partai tengah kanan dan kiri mulai menjabat lebih dari setahun lalu. Pihaknya berjanji mereformasi dan membangkitkan ekonomi terbesar di Eropa ini. Sejak itu, koalisi ini menjadi sangat tidak populer, sebagian karena perseplsi mereka telah berselisih tetapi sejauh ini hanya mencapai sedikit hasil. Merz berusaha membebaskan koalisi pemerintahan dari reputasi negatif tersebut.

“Sejak awal, kami menetapkan agenda dengan satu tujuan utama. Kami ingin mengembalikan Jerman ke jalur yang benar. Sekarang jelas bahwa ini mungkin,” ujar dia.

Ekonomi Jerman kembali tumbuh moderat tahun lalu setelah menyusut selama dua tahun berturut-turut. Pemerintah memperkirakan, pertumbuhan yang kurang memuaskan sebesar 0,5% pada 2026. Pertumbuhan ini tertekan oleh dampak perang di Iran.

Negara berpenduduk 83,5 juta jiwa ini sudah menghadapi persaingan meningkat dari perusahaan-perusahaan China, biaya energi yang lebih tinggi setelah invasi skala penuh Rusia ke Ukraina, dan masalah-masalah termasuk tarif dan ancaman perdagangan Presiden AS Donald Trump.

Selain itu, Jerman juga memiliki masalah lebih dalam seperti biaya produksi tinggi, investasi swasta yang tertinggal dan sistem kesehatan pensiun semakin mahal akibat populasi yang menua.

 


Source link

Tags: No tags

Comments are closed.