1741185618_010029000_1648714878-20220331-Laporan-SPT-6.jpg

Mudah dan Cepat, Begini Cara Lapor Pajak Online Lewat e-Filing

Liputan6.com, Jakarta- Bagi Anda Wajib Pajak (WP) di Indonesia, baik pribadi maupun badan usaha, melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) merupakan kewajiban yang tak bisa ditawar. Untungnya, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) kini menyediakan layanan e-Filing dan e-Form yang memudahkan proses pelaporan pajak. Tak perlu lagi antre di kantor pajak, cukup dengan perangkat yang terhubung internet, Anda sudah bisa menyelesaikan kewajiban perpajakan Anda. Namun, bagi sebagian orang, proses pelaporan pajak online masih membingungkan. Artikel ini akan memandu Anda langkah demi langkah untuk melaporkan pajak secara online dengan lancar.

Proses pelaporan SPT Tahunan secara online dimulai dengan mengakses situs resmi DJP Online di https://djponline.pajak.go.id/. Pastikan Anda memiliki koneksi internet yang stabil. Setelah berhasil mengakses situs tersebut, Anda akan diminta untuk login menggunakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) atau Nomor Induk Kependudukan (NIK), kata sandi, dan kode keamanan yang tertera di layar. Pastikan data yang Anda masukkan akurat untuk menghindari kendala selama proses pelaporan.

Setelah berhasil login, Anda akan diarahkan ke halaman dashboard akun DJP Online Anda. Di halaman ini, Anda akan menemukan berbagai menu dan fitur yang berkaitan dengan perpajakan. Pilih menu yang sesuai dengan jenis SPT yang akan Anda laporkan, baik itu SPT Tahunan PPh Orang Pribadi, SPT Tahunan PPh Badan, atau jenis SPT lainnya. Ikuti petunjuk yang diberikan di layar untuk mengisi formulir SPT secara lengkap dan teliti. Pastikan semua data yang Anda masukkan valid dan akurat.

Ikuti Kuis Cek Fakta Liputan6.com di Aplikasi Youniverse dan menangkan saldo e-money jutaan rupiah.

Caranya mudah:

* Gabung ke Room Cek Fakta di aplikasi Youniverse

* Scroll tab ke samping, klik tab “Campaign”

* Klik Campaign “Kuis Cek Fakta”

* Klik “Check It Out” untuk mengikuti kuisnya

 


Source link

031168200_1741155364-Screenshot_20250305_123850_YouTube.jpg

Bos Waskita Karya Curhat Punya Utang ke Bank, Vendor Rekanan, hingga Pajak, Nilainya Bikin Geleng-geleng

Liputan6.com, Jakarta – PT Waskita Karya (Persero) Tbk masih mengalami berdarah-darah. Keuangan perusahaan terbebani utang jumbo mencapai Rp 45,84 triliun per 2024.

Direktur Utama Waskita Karya Muhammad Hanugroho mengungkapkan, beban utang perusahaan yang mencapai Rp 45,84 triliun tersebut ke sejumlah pihak.

“Total utang kita di 2024, 2022 sampai 2024 saya jelaskan disini total utang itu Rp 45,8 triliun,” kata Hanugroho dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI, di Jakarta, Rabu (5/3/2025).

Dia turut merinci jumlah utang ke banyak pihak. Porsi paling besar tercatat pada aspek restrukturisasi utang dengan perbankan dalam perjanjian master restructuring agreement (MRA) senilai Rp 26 triliun. MRA ini merupakan perjanjian terbaru dari MRA tahap pertama di 2021.

Berikutnya, ada kategori obligasi, sukuk, obligasi penjaminan maupun non-penjaminan. Obligasi penjaminan dari pemerintah tercatat sebesar Rp 9,76 triliun.

“Selanjutnya untuk ini ada tambahan lagi kredit modal kerja penjaminan, ini hanya Himbara plus 2 BPD (Bank Pembangunan Daerah) yang support kita itu hampir sekitar Rp 5,2 triliun,” terangnya.

Hanugroho turut mengungkapkan jumlah utang Waskita Karya kepada vendor-vendor yang sempat menjadi rekanannya. Jumlahnya mencapai Rp 3,78 triliun. Terakhir, ada utang pajak Rp 1 triliun.

“Selanjutnya ada vendor, utang vendor utang vendor Rp 3,78 triliun dan selanjutnya juga ada pajak ini sampai dengan 2024 ini sekitar Rp 1 triliun,” beber dia.

Dengan demikian, jumlah total utang Waskita Karya mencapai Rp 45,84 triliun. Angka ini lebih rendah dari posisi utang pada 2022 sebesar Rp 49,5 triliun, dan posisi utang pada 2023 sebesar Rp 50,04 triliun.

Program Restrukturisasi Waskita

Sebelumnya, PT Waskita Karya (Persero) Tbk terus berkomitmen melakukan transformasi bisnis demi keberlanjutan perusahaan. Selain memperbaiki kondisi keuangan, Waskita juga menerapkan strategi transformasi yang mencakup pemulihan bisnis, penguatan organisasi dan budaya kerja, restrukturisasi keuangan, serta digitalisasi.

“Strategi ini kami jalankan agar Waskita Karya dapat menjadi perusahaan terdepan dalam membangun ekosistem bisnis yang berkelanjutan,” ujar Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita dalam keterangan resmi, Selasa (18/2/2025).

 


Source link

010029000_1648714878-20220331-Laporan-SPT-6.jpg

Gampang Banget! Begini Cara Lapor SPT Tahunan Online Lewat DJP Online

Bagi Anda yang masih bingung bagaimana cara melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) tahun 2024, jangan khawatir! Artikel ini akan memandu Anda melalui langkah-langkah mudah melaporkan SPT Tahunan secara online melalui DJP Online.

Prosesnya cukup sederhana dan dapat dilakukan dari rumah, kapan saja dan di mana saja, asalkan terhubung dengan internet. Ketahui juga sanksi dan batas waktu pelaporan untuk menghindari masalah dikemudian hari.

SPT Tahunan merupakan kewajiban bagi setiap Wajib Pajak (WP) baik orang pribadi maupun badan usaha untuk melaporkan penghasilan dan pajak yang telah dibayarkan sepanjang tahun pajak sebelumnya.

Untuk tahun pajak 2024, batas waktu pelaporan SPT Tahunan orang pribadi adalah 31 Maret 2025, sedangkan untuk badan usaha adalah 30 April 2025.

Keterlambatan pelaporan akan dikenakan sanksi administrasi berupa denda, bahkan bisa berujung pada sanksi pidana. Oleh karena itu, penting untuk memahami cara pelaporan dan mempersiapkan dokumen yang dibutuhkan.

Melalui DJP Online, pelaporan SPT Tahunan menjadi lebih praktis dan efisien. Anda tidak perlu lagi datang ke kantor pajak dan mengantre.

Semua proses dilakukan secara online, mulai dari pembuatan SPT hingga pengiriman dan penerimaan bukti pelaporan. Dengan mengikuti langkah-langkah yang tepat dan mempersiapkan dokumen yang dibutuhkan, Anda dapat menyelesaikan pelaporan SPT Tahunan dengan cepat dan mudah.


Source link

085602200_1741140539-041ea1c0-fd97-4249-8bac-e9d863cf85e3.jpeg

Wajib Pajak Bisa Lapor SPT di Mal Central Park, Catat Tanggal dan Jam Layanannya

Liputan6.com, Jakarta Menjelang batas waktu pelaporan SPT Tahunan Tahun Pajak 2024, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jakarta Barat kembali hadirkan layanan Pojok Pajak di Mal Central Park Lantai 3 pada hari Senin, 3 Maret 2025. Layanan ini dibuka untuk memberikan kemudahan bagi wajib pajak dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya tepat waktu.

Menggandeng Kantor Pelayanan Pajak se-Jakarta Barat, layanan Pojok Pajak tersebut diselenggarakan secara intensif selama tiga minggu penuh mulai tanggal 3 Maret 2025 hingga tanggal 21 Maret 2025 pukul 11.00 WIB – 15.00 WIB. Beberapa layanan yang diberikan yaitu:

Asistensi pelaporan SPT Tahunan;Konsultasi Perpajakan;Layanan Coretax; danPenerbitan EFIN.Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Herry Setyawan menyampaikan, “Keberadaan Pojok Pajak ini diharapkan dapat membantu wajib pajak dalam melaporkan SPT Tahunan, dan konsultasi terkait implementasi Coretax,” ujarnya. Herry juga mengingatkan bahwa batas waktu pelaporan SPT Tahunan paling lambat adalah 31 Maret 2025 bagi Wajib Pajak Orang Pribadi dan 30 April 2025 bagi Wajib Pajak Badan.

Dengan melaporkan SPT lebih awal, selain dapat menghindari kendala teknis seperti perlambatan sistem akibat lonjakan akses di akhir periode pelaporan, wajib pajak juga turut berkontribusi dalam pembangunan negara.

Layanan Pojok Pajak Direspons Positif

Wajib Pajak memberikan tanggapan positifnya terhadap layanan Pojok Pajak ini. Immanuel, salah satu wajib pajak yang memanfaatkan layanan permintaan kode EFIN, mengungkapkan kesan positifnya, “Prosesnya cepat, langsung diarahkan ke petugas, dan tidak sampai lima menit sudah selesai prosesnya.”

Senada dengan itu, Fahri, wajib pajak yang menerima layanan yang sama juga menyampaikan pengalamannya, “Sangat baik, sangat cepat, sangat mudah juga prosesnya, kemudian dibantu dengan sangat baik oleh tim dari DJP.”

Kanwil DJP Jakarta Barat mengajak seluruh wajib pajak untuk memanfaatkan Pojok Pajak agar dapat menyelesaikan kewajiban pelaporan SPT tanpa hambatan dan tepat waktu. Segera lapor pajak hari ini, lapornya di sini djponline.pajak.go.id.


Source link

002423000_1731659192-cara-menonaktifkan-npwp.jpg

Cara Menonaktifkan NPWP, Panduan Lengkap untuk Wajib Pajak

Menonaktifkan NPWP adalah proses yang memerlukan pertimbangan matang dan pemahaman yang baik tentang prosedur serta konsekuensinya. Melalui pembahasan komprehensif dalam artikel ini, kita telah mempelajari berbagai aspek penting terkait penonaktifan NPWP, mulai dari alasan, syarat, cara menonaktifkan baik secara online maupun offline, hingga proses verifikasi dan konsekuensinya.

Penting untuk diingat bahwa penonaktifan NPWP bukanlah keputusan yang dapat diambil dengan mudah. Wajib pajak perlu mempertimbangkan dengan cermat apakah langkah ini benar-benar diperlukan dan sesuai dengan situasi mereka. Konsultasi dengan profesional perpajakan atau petugas KPP sangat disarankan sebelum mengambil keputusan final.

Bagi mereka yang memutuskan untuk menonaktifkan NPWP, penting untuk mengikuti prosedur yang telah ditetapkan dengan teliti, menyiapkan semua dokumen pendukung yang diperlukan, dan bersabar selama proses verifikasi berlangsung. Selain itu, wajib pajak juga harus memahami konsekuensi dari penonaktifan NPWP, termasuk pembatasan akses ke layanan keuangan tertentu dan penghentian kewajiban perpajakan.

Perlu diingat pula bahwa menonaktifkan NPWP berbeda dengan menghapus NPWP. Penonaktifan bersifat sementara dan dapat diaktifkan kembali jika diperlukan di masa depan, sementara penghapusan bersifat permanen. Oleh karena itu, jika ada kemungkinan Anda akan memerlukan NPWP di masa depan, menonaktifkan mungkin menjadi pilihan yang lebih bijak daripada menghapus.

Akhirnya, sebagai warga negara yang bertanggung jawab, penting untuk selalu mematuhi peraturan perpajakan yang berlaku. Jika Anda memutuskan untuk menonaktifkan NPWP, pastikan untuk menyelesaikan semua kewajiban perpajakan yang ada sebelumnya. Dan jika suatu saat Anda kembali memerlukan NPWP, jangan ragu untuk mengajukan permohonan pengaktifan kembali.

Dengan pemahaman yang baik tentang proses penonaktifan NPWP, Anda dapat membuat keputusan yang tepat sesuai dengan situasi dan kebutuhan Anda. Semoga artikel ini bermanfaat dalam memberikan informasi yang diperlukan untuk mengambil langkah yang tepat terkait status NPWP Anda.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang oleh redaksi dengan menggunakan Artificial Intelligence


Source link

036474400_1679394117-20230321-Pelaporan-SPT-Karyawan-dan-Staf-Kesekjenan-DPR-Tallo-xl.jpg

Mudah dan Cepat! Begini Cara Lapor Pajak Online Lewat e-Filing

Liputan6.com, Jakarta – Wajib pajak di Indonesia kini dimudahkan dengan adanya sistem lapor pajak online atau e-Filing. Layanan dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) ini memungkinkan Anda melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) kapan saja dan di mana saja, asalkan terhubung internet. Artikel ini akan memandu Anda langkah demi langkah cara melaporkan pajak online dengan mudah dan cepat, serta memberikan informasi penting yang perlu Anda ketahui.

Proses pelaporan pajak online dimulai dengan mengakses situs resmi DJP Online di djponline.pajak.go.id. Anda perlu login menggunakan NPWP, NIK, atau NITKU, kata sandi, dan kode keamanan. Pastikan Anda sudah memiliki Electronic Filing Identification Number (EFIN) jika diperlukan. Setelah berhasil login, Anda dapat memilih menu ‘Lapor’ dan selanjutnya pilih layanan ‘e-Filing’ untuk memulai proses pelaporan SPT Anda.

Setelah memilih layanan e-Filing, sistem akan memandu Anda untuk memilih formulir SPT yang sesuai, seperti SPT Tahunan 1770, 1770S, atau SPT Masa, sesuai dengan jenis dan status kewajiban pajak Anda. Siapkan dokumen pendukung seperti bukti potong PPh 21, bukti pembayaran pajak lainnya, laporan penghasilan, dan dokumen-dokumen pendukung lainnya sebelum memulai proses pengisian formulir SPT. Ketepatan dan kelengkapan data yang Anda masukkan sangat penting untuk menghindari kesalahan dan memastikan proses pelaporan berjalan lancar.


Source link

1740717838_080833100_1422933463-Ilustrasi-Pajak-150203-andri.jpg

Hak Jawab DJP Terkait Pemberitaan Coretax Masih Bermasalah, Penerimaan Negara Terancam Meleset

Liputan6.com, Jakarta Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mengajukan hak jawab terkait pemberitaan Liputan6.com yang berjudul “Coretax Masih Bermasalah, DPD: Penerimaan Negara Terancam Meleset”. Berita ini tayang pada 18 Februari 2025.

Berikut isi hak jawab yang disampaikan DJP:

Isi pada pemberitaan yang mengutip pernyataan Komite IV DPD RI, Ahmad Nawardi, yang menyatakan mendapatkan informasi bahwa “ Direktorat Jenderal Pajak hanya bisa mengumpulkan 20 juta faktur pada Januari 2025 dari sebelumnya pada periode yang sama tahun lalu sebanyak 60 juta faktur pajak “, merupakan berita yang kurang tepat karena data yang digunakan dalam pemberitaan tersebut tidak dikonfirmasi terlebih dahulu pada DJP.

DJP telah mengeluarkan Keterangan Tertulis nomor KT-06/2025 tanggal 13 Februari 2025 terkait Penerbitan Faktur Pajak yang salah satu poinnya menyatakan bahwa jumlah faktur pajak yang telah diterbitkan yaitu sebesar 52.506.836 untuk masa Januari 2025.

Berdasarkan Pasal 1 ayat (11), (12), dan (13); Pasal 3 ayat (1); Pasal 5 ayat (1) dan (3); serta Pasal 6 dan Penjelasan Pasal 6 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta mengacu pada Peraturan Dewan Pers Nomor: 6/Peraturan-DP/V/2008 tentang Pengesahan Surat Keputusan Dewan Pers Nomor 03/SK-DP/III/2006 tentang Kode Etik Jurnalistik Sebagai Peraturan Dewan Pers, serta dalam rangka menerapkan prinsip pemberitaan yang berimbang, benar, tepat, akurat, dan sesuai fakta yang ada, kami harapkan agar Bapak dan Ibu para pimpinan redaksi untuk kiranya dapat melakukan ralat dan koreksi terhadap judul dan isi pemberitaan dimaksud pada terbitan berikutnya agar tidak terjadi kesalahan persepi di masyarakat. Dengan demikian diharapkan pemberitaan yang dilakukan dapat memberikan dampak yang positif bagi masyarakat luas melalui penyampaian informasi yang tepat, akurat, dan benar.


Source link

079714400_1740650344-4.jpg

Belajar Pajak dengan Cara Baru: Metode Kreatif yang Lebih Menyenangkan

Liputan6.com, Jakarta – Sebagai orang yang bergerak di bidang perpajakan, kita tentunya perlu terus belajar dan meningkatkan kompetensi. Hal tersebut bisa didapat melalui pelatihan Brevet Pajak. Dengan memperoleh sertifikat Brevet Pajak, maka Anda dianggap mumpuni di bidang perpajakan serta Anda bisa menjadi “Konsultan Pajak” bagi diri sendiri maupun orang lain. 

Untuk bisa mengikuti kursus pajak secara maksimal hingga mendapat sertifikat Brevet Pajak, tentunya Anda harus memilih Program Pelatihan yang memiliki metode pembelajaran yang terbukti dan teruji berkualitas dan AOKlandz hadir menjadi solusi terbaik. 

Melihat antusias dan kebutuhan terhadap kursus Brevet Pajak yang begitu tinggi, AOKLandz sebagai Brevet Pajak Millennials dan Gen Z Pertama di Indonesia, memperkenalkan metode pembelajaran Brevet Pajak menggunakan Kekuatan Otak Kanan (right brain method). 

Seperti yang kita tahu, orang yang belajar menggunakan otak kanan, akan lebih mudah memahami penyampaian dalam bentuk visual dan hal-hal yang berhubungan dengan imajinasi. 

Selain mampu berpikir kreatif, orang-orang yang dominan menggunakan otak kanan cenderung mudah membaca grafik, visual, afektif dan intuitif sehingga mudah dipahami. Hal itulah yang dikemas oleh AOKLandz dalam pembelajaran mereka. 

“Kami menggunakan teknik storytelling and visualization, sehingga kelasnya lebih fun dan mudah dipahami. Serta memadukan soft skill dan ilmu perpajakan,” ungkap Alghi F. Hasibuan, Founder PT Aoklandz Asia Indonesia. 

Metode yang diperkenalkan AOKLandz ini merupakan teknik pembelajaran yang dicetuskan oleh Alghi F. Hasibuan, C.T., C.P.S., BKP. Ia merupakan lulusan terbaik Brevet pajak Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), dan menjadi instruktur pajak IAI termuda di Indonesia, Pengurus Ikatan Konsultan Pajak Indonesia, serta telah meraih lebih dari 10 Penghargaan dari Tingkat Kota hingga Nasional di Bidang Akuntansi & Perpajakan.

Dengan sistem belajar yang dikembangkannya, memungkinkan Anda mengikuti kelas Brevet Pajak dengan lebih menyenangkan dan mudah memahami setiap materi yang diberikan. 

“Kami terus berusaha memberikan yang terbaik untuk setiap peserta dan alumni serta terus mengeluarkan program-program terbaik,” ujar mentor yang telah mewisuda lebih dari 2.000 alumni program Brevet Pajak itu. 

Dimentori langsung oleh orang yang memiliki banyak pengalaman dan penghargaan di dunia perpajakan, tentunya akan memudahkan Anda dalam menerima materi yang fresh dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. 

Sebagai lembaga kursus akuntansi dan perpajakan, AOKLandz Asia Indonesia telah memiliki izin Dinas Pendidikan LKP, dan sudah berdiri sejak tahun 2018. Lembaga kursus ini awalnya dibangun melalui komunitas yang sudah eksis sejak 2 Januari 2015, dan terus berinovasi di bawah naungan PT AOKlandz Asia Indonesia. 

Hingga saat ini, AOKLandz telah melahirkan ribuan alumni dan tax expert yang tersebar di seluruh Indonesia, di antaranya memiliki spesialisasi di bidang perpajakan. 

Jika Anda saat ini sedang mencari tempat kursus Brevet Pajak dengan metode belajar yang menarik, Anda bisa mengikuti kursus Brevet Pajak yang diadakan oleh AOKLandz, dan mencari informasi lebih lengkap melalui instagram @aoklandz & website resmi AOKLandz. 

Selain Program Unggulan Brevet Pajak, terdapat juga program Basic Accounting Expert, Advanced Tax Course, Ultimate Young Tax Consultant serta lainnya yang di design secara khusus untuk menjadikan kita seorang profesional di bidang akuntansi dan perpajakan.. 

Mengikuti kursus brevet pajak tidak hanya membantu Anda meningkatkan kemampuan di bidang perpajakan, tetapi juga dapat menunjang karir di dunia kerja. Selain bisa diterapkan dalam usaha yang dijalankan sendiri, sertifikat yang Anda dapatkan pun bisa digunakan sebagai nilai tambah saat melamar pekerjaan atau pembekalan untuk menjadi Konsultan Pajak.

 


Source link

079808300_1474792664-20160925-Tax-Amnesty-di-Ditjen-Pajak-Fery-pradolo-4.jpg

KPK Tetapkan Tersangka Gratifikasi di Direktorat Jenderal Pajak, Begini Respons DJP

Liputan6.com, Jakarta – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memberikan tanggapan resmi terkait penyidikan yang tengah dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan korupsi penerimaan gratifikasi di lingkungan DJP.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Dwi Astuti, mengatakan dalam kasus tersebut DJP mengonfirmasi penetapan HNV sebagai tersangka merupakan pengembangan dari upaya penegakan hukum terhadap individu bernama YD yang dilakukan pada 2020.

Status Pegawai HNV di DJP juga menjelaskan sudah tidak bekerja lagi di DJP sejak 18 Januari 2019. Keputusan ini menegaskan bahwa kasus yang melibatkan mantan pegawai ini terjadi setelah HNV meninggalkan instansi tersebut.

“HNV sudah tidak aktif bekerja di DJP sejak tanggal 18 Januari 2019,” kata Dwi kepada Liputan6.com, Rabu (26/2/2025).

Perempuan yang akrab disapa Ewie ini menegaskan, pihaknya sangat menghormati proses hukum yang sedang berlangsung dan berkomitmen penuh untuk mendukung pemberantasan tindak pidana korupsi (tipikor).

Selain itu, DJP juga terus meningkatkan integritas pegawai serta memperkuat sistem pengawasan internal untuk memastikan bahwa praktek-praktek tidak terpuji tidak terjadi di masa depan.

“DJP menghormati proses hukum yang berlaku serta berkomitmen mendukung pemberantasan tipikor melalui peningkatan integritas pegawai serta penguatan sistem pengawasan internal,” ujarnya.

DJP Pastikan Tidak Ganggu Penerimaan Negara

Selain itu, DJP mengucapkan terima kasih atas perhatian publik yang terus mendukung peran DJP sebagai pengumpul penerimaan negara melalui pajak. Kepercayaan publik menjadi salah satu faktor penting dalam menjalankan tugas negara dengan baik.

“DJP menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan publik dalam menjaga DJP menjalankan fungsi pengumpul penerimaan negara melalui pajak,” ujarnya.

Lebih lanjut, DJP juga mengingatkan masyarakat untuk tidak ragu melaporkan segala bentuk pelanggaran yang melibatkan pegawai DJP. Tersedia berbagai saluran pengaduan, seperti Kringpajak 1500200, surel pengaduan@pajak.go.id, situs pengaduan.pajak.go.id, serta situs wise.kemenkeu.go.id yang dapat diakses untuk melaporkan dugaan pelanggaran.

 


Source link

079454200_1707114151-WhatsApp_Image_2024-02-05_at_13.18.34.jpeg

Raup Pendanaan Bank, Setoran Pajak Smelter Nikel di Kolaka Naik 147%

Liputan6.com, Jakarta – Pemerintah terus mendorong program hilirisasi nikel guna mencapai target ketahanan energi sesuai Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Salah satu yang tengah diperkuat yakni dukungan pendanaan untuk proyek smelter di Tanah Air.

Dalam acara peluncuran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) beberapa waktu lalu, Prabowo memusatkan perhatian pada sektor hilirisasi mineral hingga pembangunan pusat data kecerdasan buatan.

Prabowo bakal mengalokasikan gelombang pertama investasi di Danantara senilai USD 20 miliar untuk sekitar 20 proyek strategis nasional.

“Kurang lebih 20 proyek strategis bernilai miliaran dolar akan difokuskan pada hilirisasi nikel, bauksit, tembaga, pembangunan pusat data kecerdasan buatan, kilang minyak, pabrik petrokimia, produksi pangan dan protein, akuakultur, serta energi terbarukan,” kata Prabowo.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tri Winarno mengungkapkan, di Indonesia sudah ada satu fasilitas pemurnian atau smelter nikel yang mendapat dukungan pembiayaan dari perbankan nasional.

Smelter tersebut ialah milik PT Ceria Nugraha Indotama (Ceria Group) yang menggunakan pendanaan dari Bank Mandiri. Fasilitas pemurnian ini disebutnya dapat menjadi contoh bagi perbankan lain agar mau membiayai proyek hilirisasi.

“Sudah ada, setahu saya smelter nikel milik Ceria Group yang menggunakan pendanaan dari beberapa bank,” kata Tri Winarno, Rabu (26/2/2025).

Adapun, Ceria Nugraha Indotama merupakan perusahaan pertambangan nikel terintegrasi yang beroperasi di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara dengan luas Wilayah Izin Usaha Pertambangan mencapai 6.785 ha.

 


Source link